Herman Jaro

v3.0.42
← Back to Chronicle

Desainer Grafis VS Pembuat Poster

2 min read
PerspectiveLife BalanceInspirasi

Di era serba digital ini, jadi “desainer” terasa semudah bikin akun media sosial. Tinggal buka Canva, pilih template, ganti teks, selesai. Sejak pandemi, tren ini makin kencang: orang-orang belajar desain kilat dari YouTube, TikTok, atau kelas online beberapa jam. Hasilnya, timeline kita penuh poster. Tapi kalau diamati pelan-pelan, muncul pertanyaan sederhana: sebenarnya pesan apa yang benar-benar nyampe?

Di sinilah bedanya desainer grafis dan pembuat poster —> baca uraian komprehensive di https://herman.my.id/chronicle/ketika-semua-orang-bisa-mendesain-tapi-pesan-justru-menghilang

Pembuat poster fokus ke permukaan: warna harus ramai, font harus unik, elemen harus penuh. Yang penting “keliatan niat”. Sementara desainer grafis yang paham fundamental akan mulai dari pertanyaan lain: “Orang yang lihat ini harus langsung paham apa? Dalam berapa detik?” Bagi mereka, software hanyalah alat. Intinya ada di cara berpikir.

Masalahnya, banyak orang lompat langsung ke tools tanpa pernah singgah di dasar-dasarnya. Akhirnya muncul poster yang secara visual “lumayan enak dilihat”, tapi informasi penting tenggelam: tanggal acara kecil sekali, lokasi tidak jelas, call to action nyempil di pojok. Komunikasi tidak terjadi, yang tersisa hanya dekorasi.

Padahal, tujuan desain grafis itu sederhana tapi dalam: membantu pesan menemukan jalannya sampai ke kepala dan hati audiens. Kalau desain hanya berhenti di level “wah bagus ya”, tapi orang tidak mengerti harus ngapain setelahnya, berarti sistemnya bocor di tengah jalan.

Jadi, sebelum buru-buru cari template baru, mungkin lebih penting berhenti sebentar dan bertanya:

“Yang mau aku sampaikan apa, ke siapa, dan bagaimana caranya biar mereka cepat paham?”

Begitu cara pikir ini sudah nangkring di otak dan di hati, pelan-pelan kita bukan lagi sekadar tukang bikin poster, tapi benar-benar penyebar pesan moral.

"Angka biasa jadi senjata saat pola tersembunyi terungkap."

Herman Jaro - Data Enthusiast & Full Stack Developer. Hubungi saya! herman@rumahku.biz.id

Related Articles