Herman Jaro

v3.0.42
← Back to Chronicle

Coder, Musuh Kamera Tak Suka Selfie

2 min read
PersonalCodingLife BalancePerspective

Pernah mendengar programmer yang pagi hingga malam berjibaku dengan baris-baris kode rumit. Saat yang lain sibuk pose, dia malah asyik debug error—karena baginya, "pose sempurna" itu saat aplikasi jalan tanpa crash!

Fenomena ini bukan sekadar stereotip, tapi didukung data: mayoritas programmer cenderung introvert, lebih suka dunia digital daripada sorotan kamera .

Mengapa Coder Ogah Pose?

Programmer sering kali introvert karena pekerjaan mereka menuntut fokus tinggi dan waktu sendirian, membuat interaksi sosial seperti selfie terasa mengganggu.

Penelitian menunjukkan orang IT lebih nyaman berinteraksi dengan kode daripada orang, dengan lingkungan kerja yang mendukung kemandirian .

Tak heran, survei global menemukan selfie justru dikaitkan dengan narcisisme dan kurang autentik, yang bertentangan dengan sifat rendah hati coder.

Data & Fakta Ilmiah

  • 90% pengguna medsos di Indonesia aktif, tapi programmer prioritas lain: Dari 143 juta netizen, hampir semua pakai Instagram/WhatsApp untuk hiburan, tapi coder lebih ke GitHub/LinkedIn untuk portofolio profesional.
  • Introvert dominan di IT: Banyak studi sebut programmer cocok untuk yang pemalu karena bisa kerja remote dan mandiri, tanpa perlu "show off".
  • Selfie paradox: Meski 3 jam 45 menit/hari orang Indonesia scroll medsos, selfie sering dianggap "fake" dan menurunkan self-esteem—coder yang sudah sibuk coding mana sempat?

Intinya, coder tak suka selfie bukan anti-sosial, tapi prioritas beda: ciptakan dunia digital, bukan konten viral.

Walau berfoto, smart people tak suka unggah ke internet. Bukan tak bisa menghadirkan engagement, tapi lebih ke identity control yang bisa meningkatkan value.

"Sistem bagus adalah yang tak terlihat — tapi terasa di setiap klik."

Herman Jaro - Data Enthusiast & Full Stack Developer. Hubungi saya! herman@rumahku.biz.id

Related Articles