Belajar Online, Cukupkah dengan WhatsApp?

Belajar online secara jarak jauh membuat orang lebih cenderung menggunakan WA yang sebenarnya kurang efisien.

Saat pandemi Covid-19 aka Corona melanda di seluruh dunia, physical distance-pun diterapkan. Sehingga pimpinan daerah-daerah di seluruh Indonesia bahkan dunia mengambil kebijakan untuk mencegah kerumunan dengan menerapkan belajar di rumah dan bekerja dari rumah

Kalau difikir, hal ini sungguh menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Anggapan mereka ini adalah LIBUR, walau kenyataannya kebijakannya bukan seperti itu. Yang ada adalah tetap belajar seperti biasa namun bedanya kali ini dilakukan dengan jarak jauh atau belajar online.

Namanya online, tentunya memerlukan teknologi internet dan juga aplikasi pendukung belajar. Bagi sebagian besar siswa dan bahkan guru memanfaatkan teknologi yang familiar dengan kehidupan sehari-hari seperti Group Whatsapp untuk berkomunikasi. Hal tersebut sebenarnya kurang efisien dalam penggunaan belajar jarak jauh.

Mengapa Group Whatsapp kurang efisien dalam belajar?

Sebagai aplikasi yang umum digunakan, Whatsapp menjadi pilihan utama untuk melaksanakan pelajaran online. Wajar saja, karena aplikasi ini mudah digunakan dan sudah sangat familiar bahkan bagi mereka yang kurang mengerti menggunakan handphone.

Belajar online via whatsapp

Namun penggunaan aplikasi ini dianggap kurang effisien dalam belajar mengajar.

Kurang Tertata

Penggunaan Whatsapp sebagai satu-satunya media belajar menyebabkan beberapa kendala. Salah satunya adalah karena media ini tidak menyediakan fitur khusus untuk mengkategorikan percakapan yang bisa dimanfaatkan untuk memilah materi pembelajaran.

Misalnya saja nih, saat siswa ingin mencari materi tertentu yang sudah ada pada grup whatsapp , seringnya materi “tenggelam” oleh percakapan atau jawaban tugas yang telah dikirim oleh siswa pada grup tersebut.

Hal tersebut juga menyulitkan guru dalam melacak tugas yang telah dikumpulkan oleh siswa. Terkadang guru tanpa sengaja tak melihat tugas yang dikumpulkan oleh siswa. Atau malah siswa yang tak melihat ada tugas tambahan oleh guru yang terselip oleh percakapan lain

Hal ini tentu membuat belajar jarak jauh menjadi tidak efisien.

Whatsapp hanyalah media komunikasi.

Penggunaan Whatsapp hanyalah sebagai media komunikasi antara siswa dan guru bukan sebagai sarana tepat untuk belajar online.

Tetap diperlukan

Namun perlu diingat, jika Whatsapp tetap diperlukan untuk mendukung belajar secara online pada hal-hal berikut

  • Sarana untuk mengingatkan kepada siswa bahwa ada tugas atau pelajaran yang baru dibahas.
  • Tempat siswa bertanya jika ada hal yang kurang jelas pada tugas atau pelajaran yang diberikan.
  • Berdiskusi dengan siswa lain.

Media Belajar yang Sebaiknya digunakan.

Lalu, apa saja media belajar online yang sebaiknya digunakan?

Media belajar yang dipergunakan haruslah mempermudah belajar dan juga penilaian. Teknologi yang telah ada sebenarnya sudah sangat cukup untuk menerapkan sistem belajar jarak jauh.

Bahkan teknologi tersebut dapat dipergunakan walaupun kondisi sudah normal sebagai variasi pembelajaran agar siswa bisa belajar kapanpun di manapun sehingga bisa memanfaatkan waktu lebih baik lagi untuk belajar.

Berikut ini adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk belajar online.

Aplikasi kirim pesan.

Ya, aplikasi kirim pesan seperti Whatsapp tetap diperlukan untuk melakukan hal-hal seperti pemberitahuan oleh guru dan juga untuk berkomunikasi dengan guru ataupun siswa lain.

Aplikasi lain yang tak kalah hebat seperti Telegram atau Kaizala juga layak untuk dicoba. Apalagi kedua aplikasi ini memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding Whatsapp.

Misalnya, Telegram yang bisa mengedit pesan yang sudah terlanjur dikirim, atau teknologi berbasis cloud/ awan yang membuat aplikasi ini tidak memberatkan hp walau banyak grup.

Learning Management System.

Untuk mengorganisir pembelajaran diperlukan aplikasi yang memudahkan pengarsipan materi, tugas dan juga ujian.

Untuk itu diperlukan aplikasi Learning Management System.

Saat ini ada beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk hal ini

  • Google Classroom
  • Schoology
  • Moodle

Ketiga aplikasi tersebut dapat diperoleh dengan gratis dan dapat diakses dari manapun. Selain itu ada banyak aplikasi learning management system, namun ketiga aplikasi tersebut di atas sangat populer dan mudah penggunaannya.

Learning Management System
Learning Management System

Aplikasi ini memiliki beberapa keunggulan

  • Siap dipergunakan, hanya mengikuti langkah-langkah yang telah disediakan maka aplikasi ini siap untuk digunakan untuk menata pelajaran secara online.
  • Memudahkan pengarsipan tugas dan materi, fitur ini tentu sangat membantu guru dalam administrasi belajar.
  • Melibatkan guru dan fihak lain, aplikasi ini dapat memungkinkan guru untuk mengundang fihak lain seperti kepala sekolah dan orang tua siswa dalam memantau proses belajar mengajar pada kelas online yang telah dibentuk sebagai pengganti kelas fisik.
  • Penilaian secara cepat, dengan aplikasi ini bahkan orang tua dapat mengetahui nilai anak secara cepat dan transparan.
  • Penggunaan materi yang bisa diulang dikelas lain tanpa harus melakukan upload ulang.
  • Memilah materi dan tugas sehingga siswa dapat dengan mudah mengulang materi yang telah ada tanpa harus melakukan usaha pencarian yang lama karena materi telalu disusun oleh guru pada aplikasi ini.
  • Guru dapat mengetahui apakah siswa mengerjakan tugas tepat waktu atau tidak.
  • Tugas / ujian dapat diatur jadwalnya dan memberi batasan waktu.

Dan masih banyak keunggulan lain jika menggunakan aplikasi Learning Management System.

Kedua jenis aplikasi ini adalah aplikasi minimal yang bisa digunakan untuk melakukan pembelajaran online.

Video Conference

Selain aplikasi kirim pesan seperti Whatsapp dan Learning Management System, agar pembelajaran lebih menarik, penggunaan aplikasi video conference juga diperlukan untuk menciptakan suasana belajar di rumah yang interaktif dan lebih hidup.

Aplikasi rapat online dengan video penting digunakan pada sistem belajar dari rumah. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk saling bertegur sapa setelah lama tidak bertemu akibat social / physical distancing.

Video Conference
Video Conference

Media ini juga dapat digunakan guru dan siswa untuk melakukan tanya jawab secara real time, sehingga guru dapat menguji secara langsung terhadap materi yang sudah diberikan ke siswa.

Berbeda jika hanya bermodalkan grup whatsapp, guru tidak bisa memantau langsung siswa dalam mengerjakan tugas.

Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan oleh guru untuk menyajikan materi secara langsung dan disimak oleh siswa.

Untuk aplikasi yang bisa melakukan video conference adalah:

  • Zoom
  • Webex
  • Microsoft Team
  • Google Meeting
  • Lark
  • Jitsi

Dan banyak aplikasi sejenis yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan video conference dan Zoom adalah salah satu aplikasi yang populer dan mudah untuk digunakan disamping penggunaan kuota yang efisien.

Baca juga: https://herman.my.id/keamanan-zoom-dipertanyakan/

Live / Video Streaming

Kemajuan teknologi internet yang semakin memadai, dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembelajaran. Misalnya guru dapat memberikan materi secara Live ataupun mengunggah video pada layanan layanan media sosial seperti Youtube ataupun Facebook.

live streaming
Live Streaming

Perlu diperhatikan!

Materi jika hendak dilakukan secara terbatas pada grup tertentu pengaturan privasi pada platform mutlak diperlukan.

Misalnya, Youtube memberi opsi unlisted untuk video yang bisa dilihat oleh orang yang memiliki link yang dibagikan oleh pemilik video.

Atau Facebook yang bisa melakukan siaran langsung yang hanya bisa dilihat oleh grup tertutup.

Memanfaatkan Fasilitas yang Telah Tersedia.

Selain aplikasi kirim pesan, video conference, learning management system, dan video streaming, guru juga bisa memanfaatkan aplikasi kuis yang berbasis web yang memiliki tampilan menarik dan interaktif bagi siswa agar belajar menjadi semakin lebih menarik dan tidak membosankan bagi siswa dan terutama bisa membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan siswa.

Memanfaatkan fasilitas yang telah dipersiapkan oleh pemerintah dan fihak swasta lainnya juga bisa menjadi penyempurna dan juga memudahkan guru dalam menyampaikan materi tanpa harus membuat materi baru lagi.

Misalnya saja pemerintah republik Indonesia telah menyiapkan portal rumah belajar yang bisa diakses secara gratis melalui https://belajar.kemdikbud.go.id/ atau fihak swasta yang juga menyiapkan fasilitas serupa bahkan ada yang gratis dengan fitur yang lengkap seperti Zenius yang bisa diakses melalui zenius.net bahkan aplikasi ini tersedia pada android yang semakin memudahkan siswa dalam mengakses.

Selain itu program belajar dari rumah di TVRI bisa menjadi tambahan asupan belajar siswa, tentunya dengan didampingi oleh orang tua.

Belajar di rumah dengan media siber / aplikasi prinsipnya bukan hanya dilakukan saat tidak bisa bertatap muka seperti saat wabah atau bencana. Namun juga bisa digunakan untuk dalam segala kondisi termasuk kondisi normal untuk mendukung konsistensi belajar, kemudahan administrasi dan juga untuk lebih memberikan efek positif pada penggunaan teknologi yang belakangan juga digunakan untuk hal hal yang negatif dan kurang bermanfaat.

Gunakan Whatsapp Saat tak Ada Pilihan Lain.

Lalu bagaimana jika tak ada pilihan lain ataupun terkendala spesifikasi handphone ataupun kendala jaringan?

Ada suatu kaidah “Kebaikan yang tak bisa dikerjakan seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya” artinya, jika Whatsapp satu-satunya pilihan karena ada kendala lain yang menyebabkan tidak bisa menggunakan aplikasi lain maka pembelajaran online harus tetap dilakukan dengan media ini

Hal ini bisa di”akali” dengan menerapkan aturan-aturan yang ketat seperti tidak membicarakan hal-hal di luar pelajaran di grup Whatsapp. Atau bisa juga guru mengunci dengan mengaktifkan fitur “only admin can send message” .

Dalam hal ini kembali faktor manusia menjadi pengendali utama dalam melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien dalam penggunaan teknologi informasi.

Namun, apakah kita berpuas diri dengan yang kita bisa saat ini saja? Dengan harta yang tidak bisa menjaga kita saja kita tak pernah puas, bagaimana dengan ilmu yang hakikatnya menjaga kita.

Mari kita menjadi orang yang bijak adalah orang yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemajuan di saat banyaknya orang lain yang rusak karena teknologi.

Bagaimana memadukan aplikasi tersebut?

Untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk belajar non tatap muka maka ada beberapa skenario yang bisa dijalankan.

Cara Mudah

Cara paling simple yang bisa diterapkan adalah penggunaan whatsapp/ telegram ataupun aplikasi kirim pesan lain yang dipadukan dengan aplikasi berbasis Learning Management System seperti Google Classroom.

Salah satu contoh rencana yang bisa dilakukan adalah.

  • Guru mengupload materi yang berformat PDF ke Google Classroom sesuai dengan tema yang telah disiapkan.
  • Guru memberi penugasan atau pertanyaan pada siswa menggunakan Google Classroom (sebaiknya diberi batasan waktu)
  • Guru memberi tahu siswa lewat Whatsapp jika tugas telah tersedia di Google Classroom dan juga batasan waktunya.
  • Guru mengingatkan siswa yang belum mengerjakan tugas melalui Whatsapp.
  • Guru memberi penilaian tugas siswa pada Google Classrooom lalu memberitahu siswa jika tugas telah dinilai melalui Whatsapp.

Cara Kompleks

Selain cara mudah di atas, guru dapat memanfaatkan aplikasi lain agar pembelajaran lebih maksimal dan menarik.

Misalnya:

  • Guru membuat grup khusus kelas pada Facebook.
  • Guru melakukan siaran langsung pada grup Facebook yang hanya bisa dilihat oleh siswa.
  • Guru dapat melihat siapa yang hadir berdasarkan penonton yang hadir pada saat live di Facebook.
  • Sesekali guru bertanya pada siswa untuk menguji interaksi kelas dan siswa menjawab pada kolom komentar.
  • Di akhir sessi guru memberitahu jika ada tugas pada Google Classroom lengkap dengan batasan waktu.

Atau bisa juga menjalankan skenario seperti berikut:

  • Guru membuat rencana meeting / schedule di aplikasi Zoom.
  • Guru memberitahu siswa via Whatsapp Group jika akan diadakan pembelajaran via Zoom pada waktu tertentu dengan membagikan ID Meeting (Siswa diingatkan agar jangan menyebar ID Meeting Zoom untuk mencegah Zoomboombing)
  • Pada saat video conference, guru sudah menyiapkan materi berbentuk slide/ powerpoint dan melakukan share screen.
  • Guru dan siswa melakukan interaksi ataupun tanya jawab pada saat meeting
  • Di akhir sessi guru memberitahu jika ada tugas pada Google Classroom lengkap dengan batasan waktu.

Dalam penggunaan aplikasi Zoom atau video conference lain seperti Webex hendaknya memperhatikan etika dan petunjuk keamanan seperti pada artikel sebelumnya https://herman.my.id/keamanan-zoom-dipertanyakan/

Dan masih banyak metode yang bisa dijalankan menyesuaikan kebutuhan dan keadaan guru dan siswa.

Demikianlah cara cara pembelajaran online yang bisa diterapkan bagi guru dan siswa. Cara ini diharapkan agar siswa dapat lebih memanfaatkan teknologi untuk kebaikan daripada hal sia-sia.

#HJR#

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *